Hendy Setiono - Kebab Turki Baba Rafi


Berawal dari sebuah gerobak di salah satu pojok jalan Nginden Semolo, Surabaya, pada September 2003, kini Baba Rafi telah berkembang menjadi 470 lebih outlet di 16 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mengikuti perjalanan sukses Hendy Setiono lewat Kebab Turki Baba Rafi tak ubahnya mengikuti tekad seseorang dalam mewujudkan mimpi yang lahir dari sebuah intuisi. Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran 1983 ini rela meninggalkan kuliahnya di Institut Teknologi Surabaya (ITS) demi mewujudkan mimpinya memiliki sebuah bisnis.
Tentu, keputusannya itu segera mendapat tentangan dari keluarganya. Terlebih kedua orang tuanya yang sama sekali bukan pebisnis. Ibunya adalah seorang guru dan bapaknya pegawai sebuah perusahaan minyak. Seperti kebanyakan orang tua, mereka menghendaki putranya menjadi pegawai berpenghasilan tetap, seperti mereka.
Kebulatan tekad dan keyakinan yang kuatlah yang membuat Hendy keukeuh pada keputusannya. Kalau saja kala itu tekad Hendy tidak bulat, mungkin kita tidak akan menemukan outlet-outlet Kebab Turki Baba Rafi.
Mimpi Hendy sebenarnya dimulai justru saat mengikuti ayahnya yang kala itu ditugaskan di Qatar, Timur Tengah. Hendy melihat banyak kedai-kedai makanan menjual kebab atau daging panggang dipadu dengan sayuran, mayonaise dan dibalut tortilla banyak dipenuhi pengunjung. Terdorong rasa penasaran, Hendy mencobanya dan ternyata rasa kebab tersebut akur dengan lidahnya. Intuisi bisnisnya mulai berjalan untuk membuka usaha kebab tersebut di Indonesia.
“Di tanah air, gerai yang menawarkan roti timur tengah tersebut belum menjamur, tidak ada salahnya untuk mencoba” pikirnya. Apalagi gerai kebab yang menawarkan konsep take away memang masih sangat sedikit dan belum dikemas secara profesional.
Untuk mewujudkan mimpinya itu, ia menggandeng Hasan Baraja yang juga hobi kuliner sebagai partner bisnisnya. Menggenggam modal awal lima juta rupiah, Hendy mulai menjalankan usahanya dengan nama Baba Rafi. Dalam bahasa timur tengah, Baba adalah panggilan akrab seorang anak kepada ayahnya. Selain sebagai merek dagang, Baba Rafi juga menunjukkan identitas Hendy yang tak lain adalah ayah Rafi Darmawan, anak pertamanya.
Usaha Hendy membuahkan hasil yang tak main-main, omset perusahaannya mencapai miliaran rupiah perbulan. Sederet penghargaan berhasil disabetnya. Diantaranya dari Bisnis Indonesia Young Entrepreneur Award 2007 sebagai Best Achievement, The Indonesian Small Medium Business Award 2006 dari Wirausaha dan keuangan, dan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21 dari Profesi Indonesia.
Bapak dua anak ini juga masuk dalam 10 tokoh pilihan yang merubah Indonesia di tahun 2006 versi Majalah Tempo. Ia juga memperoleh penghargaan Enterprise 50 tahun 2006 versi Majalah SWA, dan tercatat sebagai nominator Asian Young Entrepreneur best under 25 years dari Business Week Asia Magazine.
Untuk pengembangan bisnis, Hendy berencana melebarkan sayapnya ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand. Ekspansi ini diyakini bakal semakin menggelembungkan omset Baba Rafi, mengingat tipe masyarakat negeri jiran itu tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia.
Sementara untuk memperluas waralabanya, Hendy Setiono menawarkan beberapa pilihan investasi kebab turki Baba Rafi yakni tipe gerobak Rp 50 juta, tipe booth Rp 70 juta, tipe indoor Rp 90 juta dan tipe kafe Rp 180 juta. Selain itu ada juga jenis investasi SMAP yaitu pengelolaan akan dikelola oleh Franchisor sehingga akan lebih mudah. Saat ini perusahaan milik Hendy Setiono tersebut telah mempekerjakan sekitar 200 orang karyawan yang ada di kantor pusat Surabaya dan kantor cabang Jakarta.
Hendy selaku owner dari kebab turki Baba Rafi memberlakukan strategi pemasaran yang terencana dan terarah. Promosi secara nasional juga secara berkala dan terprogram digelar oleh Franchisor. Iklan-iklan di media cetak dan media elektronik dilakukan dengan target end user untuk meningkatkan penjualan di outlet serta dengan target penjaringan franchisee baru.
Tak hanya itu sebuah line telepon khusus disediakan untuk membantu dan menjawab segala masukan, keluhan, pertanyaan dan saran serta menyelesaikannya dengan mengedepankan prinsip solutif dan pendekatan personal. Hot Line operator akan lebih mempersingkat jalur informasi dan komunikasi sehingga penyelesaian akan muncul dengan lebih cepat dan akurat.
(Dari berbagai sumber)
